20 Keuntungan Menjadi Orang Bodoh yang Sukses Diadaptasi dari Kutipan dari Mendiang Bob Sadino

Orang
bodoh sebenarnya tidak goblok, hanya saja terlihat bodoh dimata orang lain yang
merasa lebih pinter atau bahkan sok tahu. Untuk itu, ketika ada orang lain yang
mengatakan bahwa “kamu orang bodoh
jangan lansung marah atau tersinggung, karena bisa jadi memang benar demikian.
Dan
saat kamu sekolah/kuliah ada temen mu atau bahkan “guru-dosen” yang bilang kamu
bodoh,  jangan berkecil hati dan
menjadikan kamu malas ya, justru jadikan sebagai pelecut semangat belajar mu.
Alangkah
baiknya terima saja, mungkin juga memang benar bahwa kita adalah orang
bodoh yang sukses. Terkadang karena kesuksesan, seseorang juga masih
membutuhkan kebodohannya, termasuk tidak banyak perhitungan/analisis karena
memang tidak tahu alias bodoh.
Namun
sebelum kita mengulik tema tentang keuntungan menjadi orang bodoh yang sukses, ane
mau tanya dikit boleh ngga? Boleh dong bro..
Apakah
kamu masih ingat dengan sosok almarhum Bob Sadino? That’s right…
Yang
masih ane ingat sampe sekarang kata-kata mendiang adalah yang ini: orang bodoh
hanya punya satu ide dan itulah yang dijalankannya.
Kadang-kadang
ane mikir bahwa emang ane pinter, namun setelah ane jalanin kira-kira sehari
setelahnya, baru ane sadar bahwa ane selama ini hanya sok pinter dan sok tahu
doang. Padahal ini lebih parah dari orang bodoh, bener gak sih?
Mungkin
kamu kurang setuju dengan judul diatas, akan tetapi baiklah ane akan tunjukan
kepada kita semua bahwa tidak selamanya menjadi orang bodoh itu jelek.
Masih
gak percaya, gak pa pa deh. Berikut 20 kutipan dari mendiang Bob Sadino yang
justru akan menyadarkan kita semua dari kebodohan.
Orang Bodoh yang Sukses
 
#1. Terlalu
Banyak Ide
: Orang “pintar” memiliki banyak
ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, saking banyaknya sehingga tak satupun
yang bisa diwujudkan. Berbeda dengan orang “bodoh” yang mungkin hanya punya
satu ide dan yang satu-satunya itulah yang menjadi pilihan usahanya.
 
#2. Miskin
Keberanian untuk memulai:
  Orang
“bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang
“bodoh” sering kali tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia
nothing to lose. Sebaliknya,orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.
 
#3. Telalu Pintar
Menganalisis
: Sebagian besar
orang “pintar” sangat pandai menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis
dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point.
Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.
 
#4. Ingin Cepat
Sukses
: Orang “Pintar” sering kali merasa
mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk memperoleh hasil
dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang
dan berliku sebelum mendapatkan hasil.
 
#5. Tidak Berani
Mimpi Besar
: Orang “Pintar”
berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang
“bodoh” tidak perduli denganlogika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat
besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.
 
#6. Bisnis Butuh
Pendidikan Tinggi
: Orang “Pintar”
menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh”
berpikir, dia pun bisa berbisnis.#7.
Berpikir Negatif Sebelum Memulai
:
Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif
tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat
banyak.  Sedangkan orang”bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus
segera mulai berbisnis.

 
#8. Maunya
Dikerjakan Sendiri
: Orang “Pintar”
berpikir “aku pasti bisa mengerjakan
semuanya
”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya
punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.
 
#9. Miskin
Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan
:
Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali
melupakan penjualan. Orang”bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.
 
#10. Tidak Fokus: Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat
dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya
kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.
 
#11. Tidak
Peduli dengan Konsumen
: Orang “Pintar”
sering terlalu percaya diri dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke
berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh”?. Dia
tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.
 
#12. Abaikan
Kualitas
: Orang “bodoh” kadang-kadang
saja mengabaikan kualitas karena memang ketidaktahuannya, maka tinggal diberi
tahu bahwa mengabaikan kualitas itu keliru. Sedangkan orang “pintar” sering
mengabaikan kualitas, karena sok tahu.
 
#13. Tidak
Tuntas
: Orang “Pintar” dengan mudah
beralih dari satu bisnis kebisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan
peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja. Fokus
pada satu aja baru bisa sukses.
 
#14. Tidak Tahu
Pioritas
: Orang “Pintar” sering kali sok
tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam satu waktu sekaligus
(multi tasking), sehingga mengabaikan prioritas. Sementara orang “Bodoh”? Yang
paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas!
 
#15. Kurang
Kerja Keras dan Kerja Cerdas
:
Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus
sedikit kerja cerdas , menjadikannya sukses dalam berbisnis. Di sisi lain, kebanyakan
orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan seringkali sok cerdas.
 
#16. Mencampur adukan
Keuangan
: Seorang “pintar” sekalipun
tetap berperilaku bodoh dengan cara mencampur-adukan keuangan pribadi dan
perusahaan.
 
#17. Sering Kali
Mudah Menyerah
: Orang “Pintar”
merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain,
ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan
kecuali mengalahkan hambatan tersebut.
 
#18. Sering Melupakan
Tuhan
: Kebanyakan orang merasa sukses
itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”.
Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai
ibadah horizontal.
 
#19. Melupakan
Keluarga
: Jadikanlah keluarga sebagai
motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika
bisnis semakin meguras waktu dan tenaga.
 
#20. Berperilaku
Buruk
: Setelah menjadi pengusaha
sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri.
Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah merasa mampu berdiri diatas
kakinya sendiri.
Hmmm, setelah dipikir-pikir berarti selama ini ane hanya sok
tau yang mengerjakan banyak hal sekaligus, pantasan gak sukses. Udah gitu
terlalu banyak ide, perhitungan dan analisis makanya lamban memulai. Gimana dengan
kamu bro?
Terkadang merasa pintar itu gak menguntungkan buat kita dan
justru merasa bodoh akan jauh lebih baik, yang penting gak goblok-goblok amat
sih.
Mang apa bedanya goblok ama bodoh?
Gini bro, jelas sekali perbedaannya. Orang bodoh itu tau mana
yang bener dan masuk akal ketimbang orang goblok. Contohnya, banyak sekali
orang bodoh yang menolak investasi bodong sehingga gak ketipu, karena dia tau
bahwa untuk sukses perlu usaha dan kerja keras bukan jalan pintas (instant).

 

Woke sobat blogger, semoga kita semua menjadi orang bodoh
yang sukses termasuk dalam berbisnis ya!

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *