Bosen Dirumah? Cek Dulu 50 Plesetan Peribahasa Lucu yang Bijak & Gokil, Mungkin Bisa Bikin Kamu Ketawa

Yang lagi baca, pasti pernah dong makan bangku sekolah? Upss maksudnya
menginjak bangku sekolah…ups kok salah lagi sih, maksudnya pernah sekolah kawan,
kok jadi blepotan gini sih, ahh…Peribahasa yang mulanya bijak jika diplesetkan oleh komedian Cak Lontong akan jadi peribahasa lucu dan gokil.
Pasti pernah dong denger peribahasa yang dulu waktu sekolah sering
menjadi senjata adalan para guru untuk menasihati peserta didik. Dizaman sekarang,
peribahasa itu di bikin plesetan hingga jadi plesetan lucu dan gokil, trus dibikin
lawakan dan mengundang gelak tawa penonton. Wkkkk
Dialah komedian yang tak asing di telinga kita yaitu Cak Lontong yang
sering bikin plesetan peribahasa lucu. Meskipun mimik
mukanya serius, tapi lawakannnya itu lho yang bikin hati panas dingin. Nggak percara,
stay here and cool mamen…!
Cak Lontong dikenal dengan surveinya, kelakarnya dan banyolan khas yang
bernada datar namun lucu. Mau tau apa aja peribahasa lucu yang sering diplesetin
Cak Lontong (ane edit dikit-dikit ya men), cekidot kawan.
peribahasa lucu dan gokil

Inilah 50 Plesetan Peribahasan Lucu yang Bijak dan Gokil

Peribahasa aslinya : Air beriak
tanda tak dalam (Plesetan: Air
berteriak tanda ada orang keselek)
Peribahasa aslinya : Dimana
bumi dipijak, disitu langit dijinjing (Plesetan: Dimana bumi dipijak, disitu mau ngapain?)

Peribahasa aslinya : Buah jatuh tidak jauh dari
pohonnya (Plesetan: Buah
jatuh tidak jauh, kok
)

Peribahasa aslinya : Bagai kacang lupa sama
kulitnya (Plesetan: Bagai
kacang lupa gak dimakan
)

Peribahasa aslinya : Maling teriak maling
(Plesetan: Maling teriak
maling lain dengar gak?
)

Peribahasa aslinya : 1 kali mendayung, 2 3 pulau
terlampaui (Plesetan: 2
3 4 kali mendayung, 1 pulau terlampaui
)

Peribahasa aslinya : Sedia payung sebelum hujan
(Plesetan: Sedia payung
sebelum dan sesudahnya terima kasih
)

Peribahasa aslinya : Air cucuran jatuhnya ke
pelimbahan juga (Plesetan: Air
cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga boleh kan?
)

Peribahasa aslinya : Musuh dalam selimut &
Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak (Plesetan: Musuh dalam selimut
tak kelihatan gara gara semut di pelupuk mata
)

Peribahasa aslinya : Kura kura dalam perahu,
pura pura tidak tahu (Plesetan: Pura
pura dalam perahu, saya yakin kura kura tidak tahu
)

Peribahasa aslinya : Tak kenal maka tak sayang
(Plesetan: Tak kenal maka
tak apalah
)

Peribahasa aslinya : Berat sama dipikul, ringan
sama dijinjing (Plesetan: Berat
sama dipikul, ringan mana?
)

Peribahasa aslinya : Sepandai pandai tupai
melompat, pasti akan jatuh juga (Plesetan:
Sepandai pandai tupai melompat, kalau ngantuk ya tidur juga)

Peribahasa aslinya : Asam di gunung, garam di
laut, bertemunya dalam satu belanga (Plesetan: Asam di gunung, garam di laut, yang lainnya
dimana?
)

Peribahasa aslinya : Bersatu kita teguh,
bercerai kita runtuh (Plesetan: Bersatu
kita teguh, berempat kita lima
)

Peribahasa aslinya : Setinggi tingginya bangau
terbang, akhirnya ke kubangan juga (Plesetan:
Setinggi tingginya bangau terbang, akhirnya terbang juga)

Peribahasa aslinya : Bermain air basah, bermain
api terbakar (Plesetan: Bermain
air basah, bermain bola capek
)

Peribahasa aslinya : Bagai makan buah simalakama
(Plesetan: Bagai makan
buah sima dan lakama
).

Peribahasa aslinya : Beli kucing dalam karung
(Plesetan: Beli karung, eh
di dalamnya ada kucing
).

Peribahasa aslinya : Daripada hujan emas di
negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri (Plesetan: Hujan emas di
negeri orang, lebih enak orang di negeri itu dong?
)

Peribahasa aslinya : Menepuk air di dulang,
terpercik muka sendiri (Plesetan:
Menepuk air di dulang, eh ternyata salah orang).

Peribahasa aslinya : Lain ladang lain belalang,
lain lubuk lain ikannya (Plesetan:
Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain kali jangan diulang).

Peribahasa aslinya : Lempar batu sembunyi tangan
(Plesetan: Lempar batu
sembunyi eh masih ketahuan
).

Peribahasa
aslinya : Kalah jadi abu, menang jadi arang (Plesetan: Kalah jadi abu, menang jadi gak enak nih).

Peribahasa aslinya : Mulutmu, harimaumu (Plesetan: Mulutmu, hari maumu
apa sih?
)

Peribahasa aslinya : Berani karena benar, takut
karena salah (Plesetan: Berani
karena takut, benar benar salah
).

Peribahasa aslinya : Bagai musang berbulu domba
(Plesetan: Bagai musang
berbulu, dicukur malah lebih keren
).

Peribahasa aslinya : Dalamnya laut dapat diduga,
dalam hati siapa tahu (Plesetan: Dalamnya
laut, siapa tahu dapat di duga dalam hati
).

Peribahasa aslinya : Bukan salah bunda
mengandung, salah oleh badan buruk pinta (Plesetan: Bukan salah bunda mengandung, tapi bapak bisa
saja salah
).

Peribahasa aslinya : Ada asap ada api (Plesetan: Ada asap, ada ape?)

Peribahasa aslinya : Kasih ibu sepanjang masa,
kasih anak sepanjang galah (Plesetan:
Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak enggak?).

Peribahasa aslinya : Seperti padi, kian berisi
kian merunduk (Plesetan: Seperti
padi, kian berisi kian dan terima kasih
).

Peribahasa aslinya : Setali 3 uang (Plesetan: Setali 3 uang
seperak 2 perak apa namanya?
).

Peribahasa aslinya : Mencoreng arang di muka
sendiri (Plesetan: Mencoreng
arang di muka sendiri masa gak boleh?
).

Peribahasa aslinya : Hemat pangkal kaya, rajin
pangkal pandai (Plesetan: Hemat
pangkal kaya, rajin pangkal pandai, ujung pangkal apa?
).

Peribahasa aslinya : Buruk muka cermin dibelah
(Plesetan: Buruk muka, liat
cerminnya sebelah
)

Peribahasa aslinya : Gali lubang tutup lubang
(Plesetan: Habis Gali lubang tutup dong).

Peribahasa aslinya : Berakit-rakit dahulu,
berenang-renang ketepian (Plesetan:
Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ketepi anda berarti selamat).

Peribahasa aslinya : Siapa cepat, dia dapat
(Plesetan: Siapa datang cepat,
bisa aja cepat keluar
)

Peribahasa aslinya : Seperti cacing kepanasan
(Plesetan: Seperti cacing
pemanasan
)

Peribahasa aslinya : Tua tua keladi & dimana
ada barang, disitu ada uang (Plesetan:
Tua tua kela dimana ada uang, disitu ada barang).

Peribahasa aslinya : Sepandai-pandai tupai
melompat, pasti akan jatuh juga (Plesetan:
Sepandai-pandai tupai melompat, namun lebih tinggi bangau yang terbang).

Peribahasa aslinya : Ada udang di balik batu
(Plesetan: Ada udang di
balik gak ada
lagi deh).

Peribahasa aslinya : Malu bertanya sesat di jalan
(Plesetan: Malu bertanya,
kapan jawabnya?
)

Peribahasa aslinya : Sepandai-pandai tupai
melompat, pasti akan jatuh juga (Plesetan:
Sepandai-pandai tupai melompat, kalo ngantuk ya tidur juga).

Peribahasa aslinya : Sudah jatuh tertimpa tangga
(Plesetan: Sudah jatuh, eh
malah jatuh lagi
).

Peribahasa aslinya : Karena nila setitik, rusak
susu sebelanga (Plesetan: Karena
nila setitik, rusak suruh orang benerin aja
).

Peribahasa aslinya : Ada gula, ada semut
(Plesetan: Ada gula, ada
semut, ada apa lagi?
).

Peribahasa aslinya : Telitilah sebelum membeli (Plesetan: Telitilah,
ah jadi sebel  beli aja deh
)

Peribahasa aslinya: Lain ladang lain belalang,
Lain lubuk lain ikannya (Plesetan: Lain kali, kalau datang jangan bawa kandang,
Orang lain sibuk kita ngebanyol).
Gimana nih, keren dan
gokil banget kan plesetan peribahasanya? Lucu nggak nih kawan? Boleh dong minta
jempolnya? Asik…ya udah, sekali lagi jangan BAPER ya, ini kan hanya plesetan.

 

Sumber online: http://ramadhanlmzero.blogspot.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *