Bioskop Gorontalo XXI Mantapkan Layanan Sebagai Satu-Satunya Bioskop Andalan

Tak banyak orang tahu bahwa Gorontalo telah menjadi propinsi
sendiri setelah tahun 2000. Dan, tak ada yang mengira pula bahwa kota yang kaya
akan wisata alam yang cantik ini juga memiliki pembangunan infrastruktur yang
bagus di ibukotanya, yakni Gorontalo. Sebelumnya, kota Gorontalo merupakan
salah satu kota di propinsi Sulawesi Utara. Perkembangannya pun jauh dari
ibukota Sulawesi Utara, Manado.

Kini, kota Gorontalo berkembang cukup pesat, meski pemerintah
daerah tetap menggalakkan wisata-wisata alam yang terletak di pinggiran kota. Jika
diperhatikan, memang kota Gorontalo tak seramai ibukota-ibukota di Sulawesi. Hal
ini dikarenakan pusat perekonomian propinsi ini bukan dari sektor perdagangan
di kota, tetapi dari pariwisata. Karena itulah, sektor pariwisata semakin
digalakkan sehingga kunjungan ke kota Gorontalo serta hotel-hotel di kota ini
semakin meningkat.

Bioskop Gorontalo XXI
Sebagai ibukota propinsi, absennya pusat perbelanjaan terasa
‘aneh’. Keberadaan pusat perbelanjaan di kota Gorontalo pun diawali oleh
dibangunnya Gorontalo Mall yang mulai beroperasi pada 2012, dimana proses
pembangunannya memakan waktu kurang lebih tiga tahun. Bisa dibilang, tempat ini
memiliki segalanya yang diinginkan warga Gorontalo. Berada satu lokasi dengan
hotel Maqna, mal ini diisi oleh tenant-tenant yang biasanya ada di kota-kota
besar.
Pastinya, kehadiran bioskop sekelas Cinema XXI pun membuat mal
ini semakin disuka. Jika diperhatikan, tingkat kunjungan mal ini sangat
dipengaruhi dengan jumlah penonton bioskop. Seperti di pertengahan April 2017
kemarin, dimana mal ini semakin padat saat pemutaran perdana “Fast and Furious
8”.
Apalagi film ini juga masih diputar hingga libur panjang
akhir pekan pada tanggal 14 hingga 16 April 2017. Harga tiket juga sama dengan
kebanyakan XXI di seluruh Indonesia yakni Rp 35.000 untuk hari Senin hingga
Kamis, Rp 40.000 untuk hari Jumat, serta Rp 50.000 di akhir pekan.
Antusiasme penonton memang sudah terlihat sejak bioskop ini
dibuka pada tahun 2014, dua tahun setelah Gorontalo Mall
beroperasi. Tidak seperti bioskop-bioskop lain yang beroperasi secara bersamaan
dengan mal yang baru dibuka, Gorontalo XXI diperkenalkan kepada publik setelah pihak
manajemen mal menerima banyak masukan dari mayoritas pengunjung untuk
mendirikan bioskop sekelas XXI. Permintaan mereka pun terwujud.
Tidak tanggung-tanggung, ada lima studio deluxe di bioskop
ini. Pada awalnya, jumlah tersebut dianggap terlalu banyak untuk sebuah pusat
perbelanjaan yang ada di kota kecil. Kenyataannya, keenam studio tersebut tak
pernah terlihat sepi, apalagi jika ada film-film terbaru dari Hollywood yang
sering sekali dipromosikan di berbagai sosial media. Meski belum ada
promo-promo diskon harga tiket masuk, namun hal ini tak mengurangi antusiasme
pengunjung bioskop.
Bioskop Gorontalo XXI
Tetapi, respon paling antusias dari mayoritas warga kota
Gorontalo dan kota-kota di sekitarnya adalah film Indonesia. Sejauh ini, film
yang paling lama diputar adalah film anak negeri, terutama film horor. Hingga
minggu ketiga bulan April 2017, film terbaru “Danur: I Can See Ghosts” masih
bertahan di satu studio Gorontalo XXI.
Terhitung telah empat pekan film ini diputar, bersamaan
dengan “The Fate of the Furious” alias sekuel ke delapan dari “Fast and
Furious” dan “The Guys” yang baru diputar kurang lebih sepekan.
Bisa jadi, Gorontalo XXI makin dibanjiri pengunjung di akhir
bulan April 2017, dimana film-film lokal bakal menyerbu. Terhitung ada empat film Indonesia
terbaru
yang akan ditayangkan di minggu ketiga dan keempat bulan April
2017. Film-film tersebut adalah “Kartini”, “Mengejar Halal”, “Hitam dan Putih”,
dan “The Curse”.
Dengan lima studio yang ada, Gorontalo XXI dirasa cukup
menghibur. Mungkin belum akan ada rencana untuk membangun studio The Premiere
dalam dua tahun ke depan. Namun, perkembangan kota Gorontalo yang semakin pesat
setelah peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dalam lima tahun terakhir,
akan menjadi alasan bagi pemilik Cinema 21 untuk menambah studio The Premiere
di Gorontalo XXI.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *