Buat
kamu udah jenuh, seharian disuguhin drama, gosip atau celoteh dari seleb yang
pada jago ekting. Atau mungkin juga udah bosen ama infotemen yang kadang bikin
geli!! Dari pada bingung, mending baca dulu contoh teks anekdot lucu ini dijamin
kamu bakal dapat yang garing seperti baru diangkat dari penggorengan.
Buat
yang sekedar iseng googling, cari kata-kata lucu buat hiburan atau ngisengin
temen biar dia ketawa, mungkin disini tempat yang cucok buat kamu. Karena disini
kami akan menyuguhkan berbagai banyolah yang pasti udah pernah kamu baca dan isinya
pasti bisa kamu tebak.
Dari
pada bingung, gegana (gelisah galau merana) mending ngibur temen-temen kamu aja,
kan bisa dapat pahala. Yuk ramein hari mu biar makin rame ama beberapa contoh teks
anekdot lucu dibawah ini. Kalo garing jangan marah ya, ini hanya kompilasi!

Anekdot Lucu #1. Sekolah Bertarif
Internasional

Suatu
hari di sekolah ternama & terkenal, seorang bernama cikgu membagikan info
penting kepada siswanya. Sekolah mereka sebentar lagi akan diganti statusnya
menjadi SBI alias sekolah bertaraf internasional.
Cikgu: anak-anak, cikgu ada kabar
baik buat kita semua. Sebentar lagi, sekolah kita akan berganti status menjadi
sekolah bertaraf internasional (SBI). Jadi, buat persiapan dalam menyambut itu,
kalian akan nyiapin apaan nih? Tanya cikgu…Joni, apa yang kamu siapin?
Joni: Saya belajar bahasa inggris
cikgu, supaya mahir dan bisa bercakap-cakap pake bahasa inggris.
 
Cikgu: Bagus, kalo kamu Jono,
udah siapin apa? Lanjut cikgu
Jono: saya siapin uang cikgu.
Cikgu: kenapa harus siapin uang Jono?
Jono: iya cikgu, soalnya kalo
sekolah kita SBI, pasti bayar uang sekolahnya mahal. Masa iya sih SBI bayar
uang SPP sama kayak sekolah biasa? Dan pasti akan ada iuran ini dan itu, sahut
Jono.
Cikgu: kok sinis sekali kamu
Jono? Gini lho maksudnya Jon, kalo sekolah kita jadi SBI, berarti sekolah kita
kan setara dengan sekolah di luar negeri, itu sama saja dengan kalian sekolah
di luar negeri.
Jono: tapi cikgu, kalu menurut
pendapat saya sih, SBI itu bukan Sekolah Bertaraf Internasional tapi Sekolah
Bertarif Internasional.
Mendengar
Jono, Cikgu akhirnya kebingungan mau menjawab pertanyaan Jono, dasar si Jono
bisa-bisa aja sih loe. Untungnya cikgu tak kehabisan akal, akhirnya ia melanjutkan
materi pelajaran.

Anekdot lucu #2. Kasih Uang Habis
Perkara

Suatu
waktu di kuliah umum, seorang Dosen bernama Perkara membawakan materi tentang
hukum pidana. Tibalah saatnya sesi tanya jawab, kemudian si Olan bertanya kepada
pak Dosen begini: pak, apa kepanjangan dari KUHP? Dosen bernama Perkara tadi
tidak langsung menjawabnya melainkan memberi kesempatan kepada Uang untuk
menjawabnya.
Sudara
“uang” bisa Anda bantu saya untuk menjawab pertanyaan Olan tadi? Pinta pak
Dosen Perkara. Dengan tegas uang menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara” pak!!! Mendengar itu, semua mahasiswa/i
yang hadir pada ketawa ketiwi, sedangkan pak Dosen Perkara malah geleng kepala.
Lalu
Pak Dosen Perkara melanjutkan pertanyaannya kepada Uang, saudara tau dari mana
jawaban kayak gitu? Yah namanya juga “Uang” pertanyaan Dosen Perkara langsung
dijawab tegas: “Peribahasa inggris
mengatakan pengalaman adalah guru terbaik
”, Pak!!! Sontak kelas jadi semakin
riuh dan hiruk pikuk, kok ada ya mahasiswa gitu?

Anekdot lucu #3. Advokat

Suatu
sore yang tenang, dua orang mahasiswa hukum terlibat perdebatan kecil ala
mahasiswa hukum, mereka lagi ngebahas soal pengacara. Sebut saja nama mereka
berdua Deni dan Dono.
Deni: Eh Don, kepanjangan dari
ADVOKAT apaan sih?
Dono: Ada Duit adVOKasi All ouT!!
Fredi: Wakakaka, kamu bisa aja
Don kalo udah urusan plesetan.
 

Anekdot Lucu #3. Jurus Ngeles Ala
Puntung Rokok

Bagi
Anda yang sudah pernah berlibur ke Singapore, pasti udah tau kalo di negara itu
terkenal dengan kebersihannya. Barang siapa saja yang membuang sampah
sembarangan, pasti kena sanksi tegas berupa denda, meskipun hanya membuang
puntung rokok. Karena negara itu kecil, petugas bisa saja sewaktu-waktu
menghampiri jika kita berbuat salah.
Suatu
hari, seorang eksekutif muda bernama Edi berlibur sendirian kesana, ia memang
sudah tau betul ketatnya aturan di sana, tapi orangnya suka ngeles. Sambil menunggu
sore, ia duduk sendirian sambil merokok. Karena rokok hampir habis, dengan
sengaja ia buang begitu puntung rokoknya, dengan harapan ada petugas yang
menghampiri.
Tak
lama kemudian, ia dihampiri petugas yang hendak menertibkan.
Penertib: tahukah Anda bahwa Anda
telah bersalah karena melanggar peraturan?
Edi: tidak tau pak, ada apa
gerangan? Salah saya apa?
Penertib: Anda telah membuang
puntung rokok sembarangan, tegas di penertib!!!
Edi: ohh maaf pak, hanya
terjatuh….
Dengan
sigap Edi mengambil kembali puntung rokok yang terjatuh tadi, lalu menghisapnya
kembali. Wkkk, udah salah masih aja ngeles lo Di, dasar si Edi…Enak Dikamu!!!

Anekdot lucu #4. Jurus Harga
Damai

Seorang anak yang suka ngeles bernama Dion hendak pergi,
untuk itu ia pamitan kepada papanya yang berprofesi sebagai Polantas. Sambil
berpamitan, ia meminjam motor kepada papa nya, katanya:
Dion : “Pa, boleh minta uang gak, Dion mau pergi ke perempatan
sekalian pinjam motornya dong pa!!!”
Papa : “Berapa?”
Dion : gak banyak pak Cuma 60.000 aja kok
Papa : Mahal banget sih?
Dion : Buat beli minyak kan 10.000, trus buat damai lagi 50.000,-
Mendengar itu, Papa
pun jadi marah mendengar perkataan Dion
Papa : “Kamu ini ada-ada aja. Kan polisi yang tugas di perempatan
teman baik papa. Sana bilang aja kalo kamu anak Papa, nih 30.000 anggap aja harga
petremanan.”
Dion : Sip, baik Papa, Dion jalan dulu ya!!!
Singkat cerita, akhirnya Papa memberikan uang sebesar 30.000 kepada
Dion, sementara Dion pun pergi berlalu ke perempatan dengan sepeda motor Papanya.
Tiba disana ia mengatakan seperti apa yang papanya ajarkan, sedangkan Papanya
kembali melanjutkan aktivitasnya.

Akendot Lucu #5. Telat Kok Halal

Disebuah sekolah yang terkenal dengan tata tertib dan
disiplin, sebut saja Nada tanpa sengaja datang telat ke sekolah. Didepan kelas
ia ditunggu Guru, lalu ia ditanya habis-habisan. Baca juga: Kumpulan
Cerpen Lucu Buat Ngibur Kamu!
Bu Guru: Nada, kenapa
kamu datangnya telat?
Nada: Maafkan
saya bu guru, tadi dijalan saya menolong seorang nenek, ia hendak pergi ke
rumahnya, namun kasian dia nyasar dan lupa jalan pulang.
Bu Guru: Kamu memang
pandai bikin alasan. Datang telat, tetap telat apapun alasan kamu. Baiklah anak-anak,
ini adalah contoh yang tidak baik, kalian jangan pernah mencontoh Nada.
 
Tanpa basa basi, Bu Guru terus memberikan wejangan dan petuah
yang lebih panjang bahkan lebih panjang dari amanat upacara. Setelah puas,
akhirnya Bu Guru melanjutkan pelajaran, sayangnya jam pelajaran keburu habis, bel
istirahat pun berbunyi dan murid yang lain mengemasi buku mereka dan beranjak.
Bu Guru: Et et
et. Mau pergi kemana kalian? Bu guru makin kesal aja sama siswa didiknya.
Murid-murid: Ya istirahatlah
bu, kan bel akhir pelajaran udah berbunyi.
Bu Guru: Kalian
ini, Ibu belum selesai ngajar ni!!
Murid-Murid: Yaelah
bu, telat datang di ceramahin, masa iya telat istirahat boleh sih bu?
Bu Guru: Ibu
belum selesai, karena Nada datangnya telat, jadi ibu kasih arahan dulu.
Murid-murid: Kan
ibu udah bilang tadi, telat tetap telat apapun alasannya.
Bu Guru: Kalian
ini, sekarang udah brani ngelawan Bu Guru ya!!!
Murid-murid: Nggak
kok bu guru, maafkan kami Bu!!!
Dengan berat hari, akhirnya para murid tetap bertahan meskipun
setengah hati untuk ikut kegiatan belajar, padahal udah jam istirahat nih,
kasian banget ya!! makanya jangan coba ngeles!!
Udah pada baca kan? Gimana pendapat kamu soal contoh teks anekdot lucu diatas, apa bener bisa bikin kamu ngakak? Kalo nggak, ya baca sekali lagi, mungkin kamu bakalan senyum atau paling nggak, kamu jadi fresh.

 

 
Dipopulerkan oleh Blog ceritalucuabiz & Blog salmanblogger
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *