SerbaPandai.Com

The Real Entertainment Blogger

General

Endingnya Terlalu Mudah Untuk Ditebak

Halo
sobat blogger semua, kali ini saya akan mengungkapkan sedikit pendapat berbeda
tentang acara hiburan yang ada di sejumlah televisi Indonesia terutama Sinetron.
Sebenarnya opini ini saya tulis mengingat keprihatinan yang kian hari kian
bertumpuk bak jerami sehabis musim panen usai.
Sedikit
sekali acara yang menyajikan edukasi bagi penonton, bahkan bisa di hitung
dengan jari jemari nan lentik. Perhatikan saja sejumlah acara seperti talk show
yang kadang hanya membully sesama pembawa acara, ada juga sinetron yang kadang
lebay dan gak sesuai dengan judulnya, dan masih banyak lagi.
Nah,
disaat orang-orang bosan dengan acara televisi yang dijejali dengan iklan dan
acara-acara gak edukatif, untunglah ada pelipur lara di dunia maya yaitu
Youtube dan TV Berlangganan. Itupun kita harus pandai-pandai dalam memilah mana
channel yang bisa ditonton mana yang gak layak, salah pilih malah berlinang air
mata.
Namun
baiklah, saya kira tidak perlu berpanjang lebar, sejujurnya ini adalah ungkapan
hati saya tentang acara sinetron. Jujur saya kurang tertarik dengan sinetron
sekarang, pesan moralnya dan nilai edukasi hampir gak ada.
Endingnya Terlalu Mudah Untuk Ditebak
Ada
beberapa hal yang membuat saya kurang menyukai sinetron yang disajikan
ditelevisi diantaranya:
  1. Ending terlalu
    mudah ditebak
    , dimana diakhir cerita pemeran
    utama selalu menang mudah bahkan nyaris tanpa perjuangan. Dalam dunia
    nyata, tidak semua berjalan mudah, butuh berjuangan bahkan harus
    berkorban.
  2. Antara judul
    dengan isi Settingan
    , banyak sinetron bertajuk
    cinta namun jalan ceritanya kebanyakan mengajarkan kebencian dan akal
    busuk untuk mencapai tujuan. Bahkan tak jarang mengajarkan berbuat curang
    demi mencapai sebuah tujuan. Padahal cinta itu kan indah.
  3. Segalanya Terlihat
    sangat mudah dan mewah
    , hal ini yang kadang
    membuat orang-orang kecanduan menonton sinetron. Segala sesuatu terlihat
    sangat mewah, spektakuler, mudah, gaya hidup mewah dan konsumerisme.
  4. Kurang menghibur,
    yang namanya hiburan tentu agar orang senang, hepi dan bersemangat. Nah,
    jika alur ceritanya kebanyakan penganiayaan, persekongkolan, kekerasan,
    dan sejenisnya tentu gak menghibur lagi malah menjerumuskan.
  5. Estetika seni
    gak menonjol
    , jika dicermati dengan teliti
    kebanyakan pesinetron hanya mengejar materi semata tanpa memikirkan nilai
    seni dari profesi yang dijalani. Emang gak semua sih, namun mayoritas. Seni
    peran harusnya dilakukan dengan penuh penjiwaan, gak sekedar ekting doang.
  6. Kejar Tayang,
    yang namanya kualitas emang butuh perjuangan, namun jika bersifat kejar
    tayang tentu mendahulukan kuantitas bukan kualitasnya lagi. Ya, ente tau
    sendirilah kalo kejar tayang pasti abal-abal hasilnya, dan hanya mengejar
    reting sesaat.
  7. Gak Unik &
    Terlalu Mainstream,
    jalan cerita yang monoton
    dan itu itu lagi terkadang membuat orang jadi antipati dengan sinetron. Misalnya
    gini, sinetron tentang cinta, isinya percintaan, perselingkuhan,
    persekongkolan bahkan tak jarang menghalalkan segala cara untuk
    mendapatkan cinta.

 

Ya
setidaknya itulah sejumlah alasan kenapa saya tidak terlalu respeck dengan
sinetron. Nah, kalo film yang mengandung nilai seni, hiburan & edukasi dan
bahkan solusi tentu akan saya tonton bahkan saya rekomendasikan kepada
teman-teman atau saudara saya.
Nah, bagaimana tanggapan kamu dengan acara
sinetron di Indonesia?

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.