Mengelabui Mesin Canggih di Bandara

Seorang
eksekutive muda bernama Asep berencana melakukan penerbangan dari Pontianak ke
Jakarta untuk mengikuti seminar bisnis properti. Sambil menunggu di bandara, ia
melihat disekelilingnya.
Pandangannya
tertuju pada sebuah mesin canggih yang bisa meramalkan peruntungan. Untuk mendapatkan
hasilnya, harus memasukan koin yang disediakan senilai Rp 20.000,-
Karena
penasaran, akhirnya Asep pun membeli 1 coin seharga Rp 20.000,-, kemudian ia
memasukan coin pada mesin canggih tadi.
Sementara
masih loading ia menunggu sebentar, 5 menit kemudian keluar hasilnya berupa
Audio, katanya:
Selamat datang, nama Anda Asep, umur 35
tahun berat badan 70 kg, Anda sudah menikah serta memiliki 2 anak. Anda akan
melakukan penerbangan dari Pontianak menuju Jakarta
Mengelabui Mesin Canggih di Bandara

Wah
canggih juga mesin ini, dia tahu nama, umur, berat badan, identitas dan tujuan
ku pergi kemana, gumam pak Asep dalam hati.

Setelah
ia masuk, ada seorang Pria yang juga memasukan coin ke dalam mesin canggih ini,
kemudian keluar hasilnya:
Selamat datang, Anda Bram, berusia 25 tahun
berat badan 60 kg, Anda baru saja mendapatkan kekasih di Pontianak dan Anda
akan segera menikah. Kami ucapkan selamat kepada Anda”

Pak
Asep menghampir orang tadi, kemudian ia bertanya: Apa benar Anda punya kekasih
di sini dan akan segera menikah?
Ya tentu saja,
jawab orang itu kepada Asep.
Kemudian
Asep berencana mengelabui Mesin canggih tadi dengan mengganti penampilannya.
Ia
pergi ke salon, berdandan dan berpakaian ala perempuan. Dalam hatinya ia
berpikir, apakah Mesin canggih tadi masih mengenali ku???
Kemudian
ia masuk ke bandara, beli 1 coin lagi dan sekarang ia masukan ke mesin canggih
tadi, 5 menit kemudian hasilnya muncul:

Selamat datang, Nama Anda masih Asep,
umur 35 tahun bedar badan 70 kg, Anda menikah serta memiliki 2 anak, Anda hanya
mengubah penampilan. Maaf Anda belum beruntung, saat ini Anda telah ketinggalan
pesawat  yang berangkat 15 menit lalu”

Akhirnya
Asep ketinggalan pesawat, dan ia gagal mengikuti seminar bisnis properti di
Jakarta, ia sangat menyesali perbuatannya.

Pesan Moral:

Terkadang
kita terlalu sibuk mencari kelemahan orang lain dan selalu berpikir negatif
dengan sesuatu yang kita lihat dan dengar. Sementara kita sibuk membayangkan
hal negatif, kita semakin ketinggalan dari orang lain.

“Keep
Positive Thinking”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *